welcome

Sunday, August 29, 2010

.::+**Tinta Buat ADAM**+::.

Adam,

Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku

adalah hawa,temanmu yang kau pinta semasa kesunyian disyurga dahulu.

Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi,tidak heranlah jika

perjalanan hidupku sentiasa inginkan bimbingan darimu.

Adam,

Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih banyak jumlahnya dari kaummu

dikala akhir zaman ini. Itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusannya,

karena andainya Allah mentakdirkan jumlah kaummu mengatasi kaumku niscaya

merahlah dunia ini dengan darah manusia. Kacau balau suasana Adam

sesama Adam bermusuhan hanya karena Hawa.

Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil. Sehinggalah pada zaman

cucu-cicitnya juga. Jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah Yang

mengharuskan adam beristeri lebih dari satu tetapi tidak melebihi empat orang

dalam satu masa.


Adam,

Bukan karena banyaknya isterimu membimbangkan daku.Bukan

karena sedikitnya bilanganmu memunsingkanku. Tetapi aku risau,gundah dan

gulana menyaksikan tingkahmu. Sejak dahulu telah kuketahui bahwa seharusnya

aku tunduk tatkala telah menjadi isterimu.Patutlah terlalu berat lidahku

berbicara untuk menyatakan isi hati ini. Namun sebagai hamba Allah, Aku

sayang padamu.

Adam,

Sebagaimana didalam Al-Quran telah menyatakan yang engkau diberi kuasa

terhadap wanita.Kau diberi amanah mendidikku. Kau diberi tanggungjawab

untuk menjagaku,memperhatikan dan mengawasiku agar redha Allah

sentiasa menaungi.Tetapi Duhai Adam, lihatlah dunia kini.


Apa yang telah terjadi terhadap kaumku?


Kini, Aku dan kaumku telah ramai yang mendurhakaimu. Banyak yang telah

menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan. Asalnya Allah mengkehendaki aku

tinggal tetap dirumah.Dijalan-jalan,dipasar,di bandar-bandar bukanlah tempatku.

Jika terpaksa,aku keluar dari rumah seluruh tubuhku ditutup dari ujung

rambut sehingga keujung kaki. Tapi realitinya kini, aku telah lebih dari yang

sepatutnya.

Adam,

Mengapa kau biarkan daku begini? Selayaknya aku ibu dan guru kepada anak-

anakmu. Tetapi kini, aku jadi ibu,guru dan aku jugalah yang memikul senjata.

Padahal engkau duduk saja. Ada diantara kau yang menganggur tidak bekerja.

Kau perhatikan saja aku naik tangga bambu. Apakah kau sekarang tidak seperti

dahulu? Apakah sudah hilang kasih sucimu kepadaku?

Adam,

Marahkah kau jika ku katakan terperosoknya hawa sekarang engkaulah yang

harus dipersalahkan! Kenapa kau? Bukankah orang sering bicara, Jika anak jahat

maka ibu bapak yang tidak pandai mendidik, Jika murid bodoh,guru tidak

pandai mengajar. Jadi secara formulanya, Aku salah,kaulah penyebabnya!!!

Adam,

Kau selalu mengatakan, Hawa memang degil! Tidak mau dengar kata!

Tidak mudah makan nasehat! Kepala batu!Tetapi duhai Adam,

Seharusnya kau bertanya kepada dirimu, Siapakah teladanmu? Siapakah

rujukanmu? Dalam mendidik aku yang lemah ini. Adakah teladanmu Muhammad

s.a.w? Adakah rujukanmu Muhammad s.a.w? Adakah akhlak-akhlakmu boleh

dijadikan contoh buat kami kaum Hawa?


Adam,


Sebenarnya kaulah imam dan aku adalah makmummu.Aku adalah pengikut-

pengikutmu Karena kaulah amir. Jika kau benar maka benarlah aku. Jika kau

lalai,lalailah aku. Lupakah kau duhai Adam? Kau punya satu kelebihan anugerah

Allah. Akalmu sembilan, nafsumu satu.Dan aku, akalku satu nafsuku beribu! Dari

itu Adam,gunakanlah ketinggian akalmu untuk membimbingku.

Pimpinlah tanganku karena aku sering lupa dan lalai. Seringkali aku tergelincir.

Bimbing dan bantulah aku dalam menyelami kalimah Allah. Perdengarkanlah aku

kalimah syahdu dari Allah agar duniaku sentiasa dijalan rahmah.Tiupkanlah roh

jihad ke dalam dadaku agar aku mampu tetap menjadi mujahidah kekasih Allah

subhana wata'ala.

Adam,

Andainya kau masih lalai karenamu sendiri. Masih segan mengikut langkah para

sahabat baginda. Masih gentar mencegah mungkar.Maka kita tunggu dan lihatlah

dunia ini akan hancur bila aku yang memerintah. Malulah engkau

Adam. Malulah engkau pada dirimu sendiri. Wallahualam..


HAWA

2 comments:

ashrafulhuri said...

perkongsian yang terbaik lah .
:)
uhibbuki filah ya ukhti..

Srikandi Al-Farouk said...

semoga apa yang dari hati akan sampai ke hati..